Do’a Memasuki Tanah Harom Makkah dan Madinah

اللَّهُمَّ هَذَا حَرَمُكَ وَأَمْنُكَ فَحَرِّمْنِي عَلَى النَّارِ وَآمِنِّي مِنْ عَذَابِكَ يَوْمَ تَبْعَثُ عِبَادَكَ وَاجْعَلْنِي مِنْ أَوْلِيَائِكَ وَأَهْلِ طَاعَتِكَ

Artinya: Ya Allah, ini adalah Tanah Haram-Mu dan tempat aman-Mu. Maka haramkanlah aku dari neraka dan berilah aku keamanan dari azab-Mu pada hari Engkau membangkitkan hamba-hamba-Mu. Jadikanlah aku termasuk wali-wali-Mu dan orang-orang yang taat kepada-Mu.

Jamaah haji ketika memasuki tanah harom baik kota Makkah maupun kota Madinah disunnahkan membaca do’a ini. Menurut Syaikh Abu Bakr Syatha beliau mengatakan bahwa doa ini menunjukkan adab dan akhlak seorang muslim ketika memasuki tempat yang suci. Selain untuk memuliakan Tanah Harom, doa ini juga menjadi bentuk introspeksi agar seseorang tidak melanggar kesucian tempat tersebut.

Baca Juga:  Hakikat Haji Mabrur

Syaikh Zainudin Al Malibari dalam kitab Fathul Mu’in mendefinisikan tanah Harom adalah wilayah yang disucikan oleh Allah, khususnya Makkah dan Madinah, yang memiliki aturan khusus. Wilayah ini disebut harom karena di sana berlaku larangan-larangan tertentu, seperti membunuh hewan, mencabut tanaman, atau melakukan kerusakan.

Dalam do’a memasuki tanah harom ada redaksi

“فَحَرِّمْنِي عَلَى النَّارِ”

Artinya: Maka haramkanlah aku dari neraka.

Do’a ini menunjukkan permohonan agar Allah melindungi pelakunya dari dosa yang dapat menjerumuskan ke neraka. Dalam Tafsir al-Baghawi, permohonan seperti ini adalah bentuk tawadhu (kerendahan hati) seorang hamba yang merasa lemah di hadapan Allah dan takut akan balasan dosa.

Baca Juga:  KAJIAN MAKNA TALBIYAH

“وَآمِنِّي مِنْ عَذَابِكَ يَوْمَ تَبْعَثُ عِبَادَكَ”
Artinya: Dan berilah aku keamanan dari azab-Mu pada hari Engkau membangkitkan hamba-hamba-Mu.

Kita meminta kepada Allah keamanan dari gangguan manusia maupun mahluk yang lainnya ketika di dunia, di akhirat kita memohon keamanan dari azab Allah Swt. Do’a ini juga ada hubungannya dengan ayat-ayat tentang Hari Kiamat, di mana setiap manusia akan diadili. Dalam Riyadus Shalihin, doa seperti ini dianjurkan untuk memperkuat keyakinan kepada hari akhir dan memperbanyak amal saleh agar terlindung dari azab Allah.

Baca Juga:  Perbedaan Rukun dan Wajib dalam Haji Menurut Imam Syafi'i

Permintaan selanjutnya yaitu kita meminta agar menjadi wali Allah yang senantiasa ta’at kepada-Nya.

وَاجْعَلْنِي مِنْ أَوْلِيَائِكَ وَأَهْلِ طَاعَتِكَ

Artinya: Jadikanlah aku termasuk wali-wali-Mu dan orang-orang yang taat kepada-Mu.

Do’a ini menunjukan keinginan seorang hamba untuk menjadi bagian dari wali-wali Allah, yakni orang-orang yang dicintai dan dilindungi-Nya. Dalam kitab Ihya Ulumiddin karya Imam Al-Ghazali dijelaskan bahwa wali Allah adalah orang-orang yang menjaga ketaatan kepada-Nya, memperbanyak dzikir, dan menjauhi maksiat.

Dengan membaca do’a ini ketika memasuki tanah harom baik Makkah dan Madinah mudah-mudahan jamaah haji bisa melaksanakan ibadah haji dengan sempurna dalam keadaan aman, nyaman dan hajinya mabrur mabrurah.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *